Pilkada, Televisi, dan Demokrasi

Nurani Soyomukti


KETIKA Televisi (TV) menayangkan iklan Rano Karno, yang tengah merayu penonton agar memilih pasangannya sebagai bupati dan wakil bupati Tangerang, sesungguhnya itu bukan pertama kalinya seorang mantan selebriti tenar muncul di TV. Jauh hari sebelumnya, Rano Karno sudah dikenal masyarakat Tangerang, sebagai artis terkenal terutama melalui serial Si Doel Anak Sekolahan.

Seni Untuk Publik

sebuah pandangan tentang kesenian saat ini

Andre GB

DUNIA saat ini adalah kapitalisme. Tak terkecuali Indonesia. Telah banyak ekonom kritis memberi nama baru untuk sistem ini, dengan melihat perkembangannya yang semakin gila di akhir abad 20: neoliberalisme. Dari sudut pandang ekonomi-politik, kapitalisme dapat diartikan tentang bagaimana suatu aspek kehidupan, yang seharusnya diakses oleh semua orang, menjadi hanya milik segelintir orang yang beruntung (secara ekonomi dan politik). Dan kerja–kerja kesenian, semacam lukisan-lukisan, buku–buku puisi, kerajinan tangan ataupun ukiran-ukiran, lagu-lagu dan sebagainya, bukanlah pengecualian dari hukum umum ini.

Wajah Pejabat Negara Dalam Pengelolaan Kota

Studi Kasus Kendari

Khalisah Khalid

TANGGAL 26 Maret 2008, menjadi catatan hitam bagi pembangunan demokrasi dan pengakkan hak asasi manusia di kota Kendari, Sulawesi Tenggara. Tindakan kekerasan dan premanisme itu dilakukan oleh Walikota Kendari, terhadap massa aksi yang tergabung dalam Aliansi Rakyat Tolak Penggusuran Kendari (peserta kongres Sarekat Hijau Indonesia, PKL, mahasiswa dan gerakan pro demokrasi dan HAM lainnya).

Reformasi Birokrasi Bukan Birokratisasi Reformasi

Dita Indah Sari

KOMISI Pemberantasan Korupsi bergerak cepat. Penangkapan jaksa Urip Tri Gunawan segera diikuti dengan penahanan dan penggeledahan sejumlah ruangan di Gedung Bundar Kejaksaan Agung berikut rumah kediaman Sjamsul Nursalim (Kompas, 4/3). Penangkapan ini tentu adalah aib, bukan saja bagi Kejagung, tetapi juga bagi segenap jajaran birokrasi penegakan hukum, bahkan bagi pemerintahan SBY.

Merebut Kembali Jalan Raya

Dian Yanuardy


PENGEMIS, pengamen, penjaja koran, pedagang kakilima, dan anak jalanan di pinggir jalan, kini semakin lazim dijumpai di kota-kota besar di Indonesia. Sebagaimana elemen-elemen sosial yang lain — seperti polisi, pemilik rumah makan, pengendara motor dan mobil, atau perusahaan periklanan — mereka juga menjadikan keramaian jalan raya sebagai tumpuan utama kehidupan.